Andai Diri Ini...

Andai Diri Ini...
Indahnya Diri Ini Tanpa Topeng Kemunafikan....Tanpa Pakaian Kebusukan dan Kebohongan....

Sabtu, 19 April 2008

Jumat, 18 April 2008

Cinta dalam Keheningan Malam

Malam inipun senyap datang…

Mengisi lamunanku tentang hidup…

Tentang cita…

Tentang asa…

Tentang para malaikat kecil yang nanti warnai hidup kita…

Dalam sayup akan keheningan malam..

Dalam desiran makna akan kisah bintang…

Kurasakan nyaman yang sangat…

Nyaman yang membuatku bagai seorang putri….

Yang tinggal damai dalam lembayung syurgawi…

Kulihat wajahmu perlahan…

Terpejam damai dalam lelap…

Parasmu sejuk bagai embun…

Matamu tenang layak lembayung…

Buatku tak kuasa untuk menyerah…

Nyatakan bahwa kau memang pelabuhan cinta yang terindah…

Perlahan kubetulkan letak kepalamu…

Dan kemeja yang belum sempat kau lepaskan selepas kau kerja

Rutinitas itu terlalu membuatmu letih untuk melepasnya

Hingga tak kuasa kau melawan kantuk dalam dada

Kutatap wajahmu dalam…

Sambil terpintas semua yang telah kita lewatkan…

Canda yang telah terbagi…

Senyum yang telah terkisah…

Bahagia yang telah menjelma…

Semua membuat air mataku mengalir bahagia…

Tanpa sadar kucium pipimu hangat…

Mengelus lembut rambut dikepalamu dengan mesra…

Sambil berdoa untuk kebahagiaan kita...

Agar abadi selamanya…


Bandung,08 April 2008

Untuk Sebuah Cinta yang Terindah

Dan ku mengerti sekarang..
Ternyata kita menyatu..
Didalam kasih yang suci..
Kuakui kamulah cinta terakhir..
(Cinta Terakhir - GIGI)

Mw Kemana Kau Imam qu????

Mau kemana kau imamku???

Tak sadarkah kapalmu hendak karam???

Tak sadarkah bahan bakar kapal ini tinggal segenggam???

Mau kemana kau imamku???

Tak sadarkah kini aku telah menjadi armadamu???

ikut hilang jika kau tenggelam

Ikut kelam saat kau melegam

Mau kemana kau imamku???

Berekspedisi lepaskan naluri petualanganmu???

Menelusuri setiap pantai dan pulau untuk penuhi jiwa mudamu???

Tak sadarkah kau berbeda dengan mereka???

Kau telah menemukan dermagamu,, yaitu aku

Dan mereka???

Mereka masih mencari dimana pelabuhan cinta mereka

Harusnya kau disini..

Temani sepiku

Tenangkan galauku

Damaikan tangisku

Lalu mau kemana lagi kau imamku???

Tak cukupkah airmata ini selalu mengalir???

Untuk membuatmu temani langkahku

Haruskah aku mengeluarkan tetasan darah dari mata???

Untuk mengemis padamu agar temani perjuanganku

Mau kemana kau imamku???

Bukankah kita telah berjanji untuk buktikan pada dunia

Untuk buktikan pada setiap mulut yang mencaci pilihan kita

Pada semua jiwa yang mencemooh perjalanan kita

Pada semua mata yang sinis pada janji yang kita ucapkan

Lalu mau kemana kau kini imamku???

Melupakan semua janji itu???

Membiarkan mereka menghina kesucian jalan ini???

Membuktikan pada mereka bahwa kita kalah

Dan berkata,”wahai fulan, sesungguhnya kaulah yang benar

Aku belum siap untuk menempuh jalan ini,

Ah,., seandainya saja aku tak mengikuti ego mudaku,

Mungkin aku takkan berakhir seperti ini”

Lalu mereka akan tertawa terbahak-bahak,

Dengan segala harga diri kita yang terinjak-injak


Mau kemana kau imamku???

Dengan segala kerendahan hati kutanyakan itu padamu…

Aku sudah terlalu lelah untuk menangis.,.

Wajahku sudah terlalu letih untuk merintih…

Kurasakan getir dalam diri
kala hawa lain cari perhatianmu kasih
kumerasa sangat rendah
kala rindu yang sangat
kau balas dengan cemburu menggoda

02:13
Bandung, 26-11-2007