Andai Diri Ini...

Andai Diri Ini...
Indahnya Diri Ini Tanpa Topeng Kemunafikan....Tanpa Pakaian Kebusukan dan Kebohongan....

Jumat, 18 April 2008

Mw Kemana Kau Imam qu????

Mau kemana kau imamku???

Tak sadarkah kapalmu hendak karam???

Tak sadarkah bahan bakar kapal ini tinggal segenggam???

Mau kemana kau imamku???

Tak sadarkah kini aku telah menjadi armadamu???

ikut hilang jika kau tenggelam

Ikut kelam saat kau melegam

Mau kemana kau imamku???

Berekspedisi lepaskan naluri petualanganmu???

Menelusuri setiap pantai dan pulau untuk penuhi jiwa mudamu???

Tak sadarkah kau berbeda dengan mereka???

Kau telah menemukan dermagamu,, yaitu aku

Dan mereka???

Mereka masih mencari dimana pelabuhan cinta mereka

Harusnya kau disini..

Temani sepiku

Tenangkan galauku

Damaikan tangisku

Lalu mau kemana lagi kau imamku???

Tak cukupkah airmata ini selalu mengalir???

Untuk membuatmu temani langkahku

Haruskah aku mengeluarkan tetasan darah dari mata???

Untuk mengemis padamu agar temani perjuanganku

Mau kemana kau imamku???

Bukankah kita telah berjanji untuk buktikan pada dunia

Untuk buktikan pada setiap mulut yang mencaci pilihan kita

Pada semua jiwa yang mencemooh perjalanan kita

Pada semua mata yang sinis pada janji yang kita ucapkan

Lalu mau kemana kau kini imamku???

Melupakan semua janji itu???

Membiarkan mereka menghina kesucian jalan ini???

Membuktikan pada mereka bahwa kita kalah

Dan berkata,”wahai fulan, sesungguhnya kaulah yang benar

Aku belum siap untuk menempuh jalan ini,

Ah,., seandainya saja aku tak mengikuti ego mudaku,

Mungkin aku takkan berakhir seperti ini”

Lalu mereka akan tertawa terbahak-bahak,

Dengan segala harga diri kita yang terinjak-injak


Mau kemana kau imamku???

Dengan segala kerendahan hati kutanyakan itu padamu…

Aku sudah terlalu lelah untuk menangis.,.

Wajahku sudah terlalu letih untuk merintih…

1 komentar:

ardi fitra rahman mengatakan...

dahsyat....

tapi bukankah ragu adalah fitrah manusia?
berhenti dan berfikir...terhadap pilihan besar dalam hidup..

tersesat bukan berarti tidak ada jalan untuk kembali...

mungkin saja sang manusia sedang simulasi plihan "jika saja aku memilih jalan yang lain" (walau tidak banyak kesempatan untuk itu dalam dunia nyata"....

damai