Mau kemana kau imamku???
Tak sadarkah kapalmu hendak karam???
Tak sadarkah bahan bakar kapal ini tinggal segenggam???
Mau kemana kau imamku???
Tak sadarkah kini aku telah menjadi armadamu???
ikut hilang jika kau tenggelam
Ikut kelam saat kau melegam
Mau kemana kau imamku???
Berekspedisi lepaskan naluri petualanganmu???
Menelusuri setiap pantai dan pulau untuk penuhi jiwa mudamu???
Tak sadarkah kau berbeda dengan mereka???
Kau telah menemukan dermagamu,, yaitu aku
Dan mereka???
Mereka masih mencari dimana pelabuhan cinta mereka
Harusnya kau disini..
Temani sepiku
Tenangkan galauku
Damaikan tangisku
Lalu mau kemana lagi kau imamku???
Tak cukupkah airmata ini selalu mengalir???
Untuk membuatmu temani langkahku
Haruskah aku mengeluarkan tetasan darah dari mata???
Untuk mengemis padamu agar temani perjuanganku
Mau kemana kau imamku???
Bukankah kita telah berjanji untuk buktikan pada dunia
Untuk buktikan pada setiap mulut yang mencaci pilihan kita
Pada semua jiwa yang mencemooh perjalanan kita
Pada semua mata yang sinis pada janji yang kita ucapkan
Lalu mau kemana kau kini imamku???
Melupakan semua janji itu???
Membiarkan mereka menghina kesucian jalan ini???
Membuktikan pada mereka bahwa kita kalah
Dan berkata,”wahai fulan, sesungguhnya kaulah yang benar
Aku belum siap untuk menempuh jalan ini,
Ah,., seandainya saja aku tak mengikuti ego mudaku,
Mungkin aku takkan berakhir seperti ini”
Lalu mereka akan tertawa terbahak-bahak,
Dengan segala harga diri kita yang terinjak-injak
Mau kemana kau imamku???
Dengan segala kerendahan hati kutanyakan itu padamu…
Aku sudah terlalu lelah untuk menangis.,.
Wajahku sudah terlalu letih untuk merintih…

1 komentar:
dahsyat....
tapi bukankah ragu adalah fitrah manusia?
berhenti dan berfikir...terhadap pilihan besar dalam hidup..
tersesat bukan berarti tidak ada jalan untuk kembali...
mungkin saja sang manusia sedang simulasi plihan "jika saja aku memilih jalan yang lain" (walau tidak banyak kesempatan untuk itu dalam dunia nyata"....
damai
Posting Komentar