“Dalam teriknya siang, dinginnya malam kan meneduhkan…
Dalam dinginnya malam, terik mentari kan ditunggu datang…”
Dlm kalinat tersebut byk terdapat kata yg sama, tetapi dlm penerimaan makna kalimat yg berbeda. Begitu jg dlm kehidupan qt, sebenarnya antara orang yg satu dg orang yg laen memiliki persoalan hidup atau masalah yg sama. Entah itu kemiskinan, bencana alam, kelaparan, kesulitan, dll.
Tapi dari masalah-masalah yg sama tersebut itu ternyata setiap dari qt memiliki sikap yg berbeda-beda di dalam menyikapinya.
Kita smua mengetahui ”seonggok batu”?,ya...seonggok batu, bukan batu yg lain. Tapi bagaimana tiap orang melihat batu tersebut?itulah yg berbeda.
Pemuja batu melihat batu sebagai tuhan, tukang batu melihat batu sebagai sumber penghasilan, kaum materialis melihat batu hanyalah sebuah benda mati yg tidak bernyawa, dan pejalan kaki melihat sbuah batu di depannya hanyalah untuk ditendang.
Hanya sebatas itulah jika qt memandang sbuah batu terlalu sempit. Tapi lihatlah cara ALLAH mengajarkan qt untuk melihat batu dari sisi yg berbeda...
”....Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yg mengalir sungai-sungai daripadanya. Dan diantaranya sungguh ada yg terbelah, lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yg meluncur jatuh, karena takut kepada ALLAH. Dan ALLAH sekali-kali tdk lengah dari apa yg kamu kerjakan..” (Q.S Al-Baqarah : 74)
Begitu dlm makna dr sbuah kata, dan betapa luas dlm memandang sesuatu secara berbeda. Itulah yg slalu ALLAH ajarkan kpd qt. Tidak memandang sesuatu hanya dari satu sisi, tetapi dari banyak sisi. Melihat sesuatu secara lebih luas, lebih jauh, lebih mendalam, dan dari sisi yg berbeda. Karena pd dasarnya melihat sesuatu dari sisi yg berbeda sebenarnya merupakan tindakan memperkaya perspektif, memperluas pandangan, dan pada akhirnya menjadikan qt lebih bijak dlm bertindak.
Hidup adalah pilihan-pilihan sikap, pilihan reaksi, dan pilihan tindakan. Tapi sebelum itu smua, hidup dimulai dari prasangka qt, pandangan qt, juga cara qt melihat hidup itu sendiri.Tidak ada yg lebih menyiksa dari persepsi diri sendiri yg keliru. Apa yg seharusnya bisa qt pandang baik, bisa berubah buruk, karena cara pandang qt yg keliru. Akan menjadi syurga ato nerakanya hidup qt itu tergantung bagaimana qt yg memandangnya..
”Lihat, dengar, rasakan, analisa, dan bertindak”
Bandung,09 April '08
Andai Diri Ini...
Indahnya Diri Ini Tanpa Topeng Kemunafikan....Tanpa Pakaian Kebusukan dan Kebohongan....
Selasa, 08 April 2008
“Dalam teriknya siang, dinginnya malam kan meneduhkan…
Label:
Dear Diary...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar